10 Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Dividen yang dibagikan perusahaan seringkali menjadi tolak ukur kinerja perusahaan. Selain itu, kebijakan dividen juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa saja faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen.

1. Kondisi ekonomi global

Kondisi ekonomi global berpengaruh terhadap kebijakan dividen perusahaan dalam beberapa hal. Pertama, kondisi ekonomi global dapat memberikan kesempatan atau ancaman bagi sektor tertentu.

Misalnya, ketika sektor energi booming, perusahaan-perusahaan di sektor energi akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan di sektor ini akan cenderung meningkatkan dividen mereka.

Selain itu, kondisi ekonomi global juga dapat berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang, yang akan berpengaruh pada harga saham dan nilai pasar perusahaan.

Contoh, jika kondisi ekonomi global sedang buruk, maka mata uang negara tersebut akan melemah, sehingga nilai pasar perusahaan yang terdaftar di bursa saham negara tersebut akan ikut melemah. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan akan mengurangi dividen mereka agar tidak terlalu menarik bagi investor asing.

2. Kondisi ekonomi domestik

Kondisi ekonomi domestik yang baik akan berdampak positif terhadap kebijakan dividen perusahaan. Sebaliknya, kondisi ekonomi domestik yang buruk akan berdampak negatif terhadap kebijakan dividen perusahaan.

3. Kondisi pasar uang

Pasar uang merupakan pasar yang menyediakan fasilitas untuk menempatkan dana dan mendapatkan dana. Kondisi pasar uang berpengaruh terhadap kebijakan dividen, karena sebagian besar perusahaan memegang dana untuk operasional perusahaan.

Penguatan nilai tukar mata uang domestik akan meningkatkan nilai dividen yang diberikan perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengembalikan lebih banyak modal kepada pemegang saham. Penguatan ini juga dapat meningkatkan pendapatan bersih perusahaan dari operasi luar negeri, sehingga perusahaan dapat memberikan dividen yang lebih tinggi.

Baca:  Risiko Investasi: Pengertian dan Tips Cara Mengatasinya

4. Kondisi pasar modal

Kondisi pasar modal dapat mempengaruhi kebijakan dividen perusahaan dalam beberapa cara. Pertama, indeks harga saham dapat meningkat atau menurun sebagai akibat dari kebijakan dividen perusahaan.

Jika dividen perusahaan rendah, maka harga saham perusahaan akan cenderung meningkat, sebaliknya jika dividen perusahaan tinggi, maka harga saham perusahaan akan cenderung turun.

Kedua, tingkat suku bunga dapat mempengaruhi kebijakan dividen perusahaan. Ketika suku bunga naik, maka perusahaan akan cenderung mengurangi dividennya, sebaliknya jika suku bunga rendah, maka perusahaan akan cenderung meningkatkan dividennya.

5. Kebijakan Bank Sentral

Bank sentral memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kebijakan dividen, karena bank sentral dapat mengubah tingkat suku bunganya, sehingga dapat mempengaruhi biaya untuk mendapatkan pinjaman. Selain itu, bank sentral dapat memberlakukan aturan yang mengatur seberapa banyak dividen yang dapat dibayarkan oleh bank-bank.

6. Kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi kebijakan dividen perusahaan dengan berbagai cara. Pertama, pemerintah dapat mengatur jumlah pajak yang harus dibayarkan perusahaan terhadap keuntungan yang mereka peroleh.

Jika pajak yang dibayarkan oleh perusahaan terhadap keuntungan cukup tinggi, perusahaan mungkin akan memilih untuk menahan sebagian besar keuntungan untuk digunakan untuk membayar pajak, sehingga memberikan dividen yang lebih kecil kepada para pemegang saham.

Kedua, pemerintah dapat memberlakukan peraturan yang mengatur bagaimana perusahaan dapat menggunakan keuntungan mereka. Misalnya, pemerintah mungkin menetapkan bahwa perusahaan harus menginvestasikan sebagian besar keuntungan mereka kembali ke perusahaan untuk membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi, dan hanya memberikan dividen yang kecil kepada para pemegang saham.

7. Prospek bisnis perusahaan

Pengaruh prospek bisnis perusahaan terhadap kebijakan dividen adalah bahwa perusahaan yang memiliki prospek bisnis yang baik akan cenderung memberikan dividen yang lebih tinggi kepada pemegang sahamnya.

Baca:  Cara Sukses Memulai Bisnis Properti (2023)

Hal ini dikarenakan perusahaan yang memiliki prospek bisnis yang baik akan memiliki lebih banyak uang untuk berinvestasi dalam aktivitas operasionalnya dan juga untuk membayar dividen kepada pemegang sahamnya.

8. Risiko bisnis perusahaan

Payout ratio yaitu perbandingan antara dividen yang dibagikan dengan laba bersih perusahaan. Biasanya perusahaan yang memiliki bisnis yang berisiko tinggi akan membagikan dividen yang lebih rendah dibandingkan perusahaan dengan bisnis yang lebih stabil.

Kebijakan ini dilakukan agar perusahaan dapat menyimpan sebagian dari laba bersihnya untuk menutupi resiko bisnis yang mungkin timbul dimasa mendatang.

9. Struktur modal perusahaan

Struktur modal perusahaan berpengaruh terhadap kebijakan dividen karena jumlah hutang perusahaan berpengaruh terhadap jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham.

Jika perusahaan memiliki banyak utang, maka perusahaan akan membayar lebih banyak bunga pada bank dan kreditor, sehingga perusahaan akan memiliki lebih sedikit uang untuk membayar dividen kepada pemegang saham.

10. Keinginan dan harapan pemegang saham

Kebijakan dividen akan sangat dipengaruhi oleh keinginan dan harapan pemegang saham. Pemegang saham yang ingin mendapatkan dividen yang tinggi akan cenderung menekan perusahaan untuk meningkatkan dividen yang dibagikan.

Sebaliknya, pemegang saham yang lebih tertarik pada pertumbuhan perusahaan akan cenderung menekan perusahaan untuk mengurangi dividen yang dibagikan agar perusahaan dapat men reinvestasikan uang tersebut untuk pertumbuhan perusahaan.