Akuisisi Saham: Pengertian dan Contohnya

Apa itu akuisisi? Istilah akuisisi seringkali diartikan sebagai proses pengambilalihan suatu perusahaan atau aktiva tertentu oleh suatu perusahaan lain. Proses akuisisi seringkali melibatkan penawaran saham, akuisisi tunai, atau kombinasi keduanya.

Jadi, akuisisi adalah salah satu strategi untuk memperoleh perusahaan lain. Ada beberapa alasan perusahaan melakukan akuisisi, salah satunya adalah untuk mendapatkan teknologi baru. Karena itu, akuisisi dapat meningkatkan kemampuan inovasi perusahaan dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Pada artikel ini akan dibahas mengenai pengertian akuisisi saham dan contohnya.

Pengertian Akuisisi Saham

Acquisition of shares atau akuisisi saham adalah suatu proses dimana perusahaan membeli sebagian atau seluruh saham suatu perusahaan lain. Sebuah akuisisi dapat menjadi cara bagi perusahaan untuk mendapatkan akses ke strategi, target pasar baru, atau sumber daya manusia.

Dengan mengakuisisi saham perusahaan lain, juga dapat meningkatkan jumlah saham yang dimiliki suatu perusahaan oleh pihak akuisisi, membentuk aliansi strategis, atau memberikan perusahaan akses ke teknologi baru.

Kelebihan Dan Kekurangan Akuisisi

Berikut ini kelebihan yang didapat sebuah perusahaan jika melakukan akuisisi:

1. Meningkatkan daya saing perusahaan.

Jika perusahaan melakukan akuisisi, maka perusahaan akan memiliki lebih banyak produk atau jasa untuk ditawarkan kepada konsumen, sehingga meningkatkan daya saing perusahaan.

2. Menumbuhkan pangsa pasar perusahaan.

Akuisisi juga dapat digunakan untuk meningkatkan pasar perusahaan. Misalnya, perusahaan A yang beroperasi di negara A dapat melakukan akuisisi perusahaan B yang beroperasi di negara B untuk meningkatkan pasar perusahaan A.

3. Meningkatkan pendapatan perusahaan.

Pendapatan perusahaan akan meningkat ketika perusahaan melakukan akuisisi, karena akan ada lebih banyak produk atau jasa yang ditawarkan dan dibeli oleh konsumen.

Sebaliknya, kekurangan yang dapat dialami antara lain:

1. Dapat menyebabkan kerusakan struktur organisasi perusahaan yang mengalami akuisisi.

Struktur organisasi yang baik dan sehat sangatlah penting untuk menjamin kesuksesan sebuah perusahaan. Namun, ketika sebuah perusahaan melakukan akuisisi, maka struktur organisasi perusahaan yang mengalami akuisisi seringkali mengalami kerusakan.

Baca:  Saham vs Obligasi: Mana yang Lebih Cuan?

Sehingga ketika akuisisi dilakukan maka harus menyesuaikan struktur organisasinya dengan perusahaan yang melakukan akuisisi, yang seringkali berakibat pada perubahan struktur organisasi perusahaan tersebut.

2. Dapat menyebabkan masalah kultur organisasi.

Kultur organisasi merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kesuksesan sebuah perusahaan. Namun, akuisisi seringkali menyebabkan masalah kultur organisasi.

3. Dapat menyebabkan masalah kepemimpinan.

Kepemimpinan yang baik dan efektif sangatlah penting untuk menjamin kesuksesan sebuah perusahaan. Namun, akuisisi seringkali menyebabkan masalah kepemimpinan.

Contoh Akuisisi Saham Perusahaan di Indonesia

Berikut ini beberapa contoh akuisisi saham yang pernah terjadi di perusahaan yang ada di Indonesia antara lain:

1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengakuisisi PT METRAplasa.

Pada tanggal 17 September 2015, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengakuisisi seluruh saham PT METRAplasa, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan knowledge process outsourcing (KPO) dan IT consulting dengan total nilai transaksi sebesar Rp 550 miliar. Dengan akuisisi ini, Telkom diyakini dapat meningkatkan daya saingnya di bidang KPO serta meningkatkan kinerja perusahaan dengan peningkatan portofolio produk dan jasa IT yang ditawarkan.

2. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) mengakuisisi PT Global Mediacom Tbk (GMC).

Proses akuisisi ini dimulai pada tanggal 30 September 2015 ketika MNC mengumumkan rencana akuisisi 100% saham GMC dengan nilai total sebesar Rp 46 triliun. Pada tanggal 2 Oktober 2015, MNC telah menyelesaikan akuisisi saham GMC dan seluruh anak perusahaan GMC, yaitu PT Indosiar Visual Mandiri Tbk, PT Trans Media Corporation Tbk, dan PT MNC Sky Vision Tbk. Akuisisi ini telah menjadikan MNC sebagai perusahaan media terbesar di Indonesia yang mengendalikan lebih dari 20 stasiun televisi, termasuk televisi berbayar.

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengakuisisi PT Mayora Indah Tbk.

Perusahaan pemilik merek Indomie yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mengakuisisi sebagian besar saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), perusahaan yang memproduksi aneka kue dan biskuit, merek Obat Tradisional Kekal Sekin (OTKS), Good time, dan Kopiko. Akuisisi ini dilakukan dengan membeli saham MYOR sebanyak 1,65 miliar lembar atau setara dengan Rp 23,4 triliun. Akuisisi ini bertujuan untuk memperkuat ICBP dalam bidang FMCG dan obat tradisional serta meningkatkan kinerja perusahaan.

Baca:  Apa Itu Dividen Interim? Ini Penjelasannya

4. PT Astra International Tbk mengakuisisi PT United Tractors Tbk.

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dan perkeretaapian di Indonesia, PT Astra International Tbk (Astra) mengakuisisi seluruh saham PT United Tractors Tbk (UT) pada tanggal 3 Januari 2007. Pada saat itu, nilai total transaksi akuisisi sebesar Rp 22,5 triliun. Akuisisi ini dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan penguasaan Astra di sektor pertambangan, khususnya batubara, serta untuk mendiversifikasi bisnis Astra.

5. PT HM Sampoerna Tbk mengakuisisi PT Philip Morris Indonesia.

Perusahaan rokok asal AS, Philip Morris, secara resmi menjual PT Philip Morris Indonesia kepada PT HM Sampoerna Tbk. Informasi ini diumumkan melalui keterbukaan informasi PT HM Sampoerna Tbk, Selasa (11/2/2020). Philip Morris menjual 100% sahamnya di Philip Morris Indonesia kepada PT HM Sampoerna Tbk. Nilai akuisisi sebesar Rp 72,5 triliun. Dengan akuisisi ini, PT HM Sampoerna Tbk menjadi perusahaan rokok terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 38,8%.

Akhir Kata

Dari hasil akuisisi ini, dapat dilihat bahwa akuisisi dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Akuisisi dapat meningkatkan daya saing perusahaan dan memberikan peluang untuk meraih keuntungan yang lebih besar. Akuisisi juga dapat mengurangi persaingan dalam usaha yang mungkin akan timbul di masa mendatang.