Yuk Simak! Perbedaan Pasar Uang, Obligasi Dan Saham

Sebagian besar orang menganggap pasar uang, obligasi, dan saham adalah hal yang sama. Padahal, ketiganya sangat berbeda. Mari kita bahas perbedaan ketiganya.

Pasar uang, obligasi, dan saham masing-masing memiliki tujuan yang berbeda dan sasaran pemodal yang berbeda pula. Pasar uang digunakan untuk menjamin kebutuhan dana jangka pendek perusahaan atau pemerintah, obligasi dapat dipakai sebagai alat untuk menjamin dana jangka menengah, dan saham dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan dana jangka panjang.

Dalam artikel ini, akan diulas perbandingan atau perbedaan antara pasar uang, obligasi dan saham. Mudah-mudahan artikel ini bisa memberi gambaran yang jelas tentang instrumen investasi tersebut.

Apa Itu Pasar Uang?

Pasar uang adalah pasar untuk instrumen keuangan jangka pendek, yaitu investasi jangka pendek seperti SBI, deposito, tabungan bank, dan obligasi jangka pendek. Pasar uang cenderung memiliki resiko yang rendah dibandingkan pasar obligasi dan saham.

Selain itu, pasar uang juga likuid karena mudah untuk menjual dan membeli instrumen keuangan jangka pendek.

Apa Itu Obligasi?

Obligasi adalah sebuah instrumen investasi yang paling populer di dunia. Dahulu obligasi dianggap sebagai investasi yang paling aman, tetapi sekarang hal itu sudah berubah.

Instrumen investasi ini merupakan surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau negara untuk mendapatkan modal. Pemegang obligasi dikenal sebagai kreditur, sedangkan yang mengeluarkan obligasi disebut sebagai peminjam.

Pada dasarnya, obligasi ini adalah sebuah kontrak dimana suatu pihak menyerahkan sejumlah uang kepada pihak lain dengan imbalan bunga selama periode tertentu. Pada akhir masa jatuh tempo, pihak yang meminjam harus mengembalikan jumlah uang yang telah dipinjamkan.

Umumnya, obligasi dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu obligasi konvensional, obligasi negara, dan obligasi korporasi.

1. Obligasi konvensional

Obligasi jenis ini diterbitkan oleh perusahaan swasta. Bunga obligasi konvensional biasanya lebih tinggi daripada bunga obligasi negara. Alasannya adalah resiko yang lebih tinggi karena perusahaan swasta memiliki kinerja yang tidak se-pasti seperti negara.

2. Obligasi negara

Obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara untuk mendapatkan modal. Bunga obligasi negara sangat rendah karena resiko yang rendah. Sebagai contoh, negara-negara dengan ekonomi kuat seperti Jepang dan Amerika Serikat memiliki bunga obligasi negara yang rendah.

3. Obligasi korporasi

Obligasi ini diterbitkan oleh suatu perusahaan. Bunga obligasi korporasi biasanya lebih tinggi daripada bunga obligasi negara. Alasannya adalah resiko yang lebih tinggi karena perusahaan memiliki kinerja yang tidak se-pasti seperti negara.

Apa Itu Saham?

Pada dasarnya, saham adalah tanda kepemilikan suatu perusahaan tertentu. Saham biasanya dibeli oleh para investor dengan harapan mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai perusahaan. Jadi, jika sebuah perusahaan mengalami pertumbuhan, nilai saham yang dimiliki oleh para investornya juga akan naik. Sebaliknya, jika sebuah perusahaan mengalami penurunan, nilai saham para investornya juga akan ikut turun.

Baca:  10 Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Saham sering diibaratkan seperti “paket perusahaan”. Karena itu, para investor tidak hanya mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai perusahaan, tetapi juga mendapatkan bagian dari laba perusahaan, bunga, dan dividen.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mendapatkan laba sebesar Rp1 triliun dalam satu tahun, maka para pemegang saham akan mendapatkan bagian dari laba tersebut sesuai dengan persentase kepemilikan mereka.

Investasi dalam saham cukup berisiko. Hal ini dikarenakan nilai saham selalu berfluktuasi setiap waktu, bahkan dalam hitungan jam saja. Oleh karena itu, investasi dalam saham sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan dalam jangka waktu yang panjang.

Perbandingan Pasar Uang, Obligasi dan Saham

1. Keuntungan

Pasar uang adalah pasar yang paling likuid di dunia. Ini berarti Anda dapat menukar instrumen keuangan jangka pendek dengan mudah dan cepat. Pasar uang juga memberi Anda kesempatan untuk mendapatkan bunga atau imbal hasil yang tinggi. Bunga atau imbal hasil ini akan berubah setiap hari sesuai dengan kondisi pasar.

Obligasi memiliki bunga atau imbal hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pasar uang. Bunga atau imbal hasil obligasi akan tetap sama selama jatuh tempo obligasi. Obligasi juga dapat dijadikan sebagai perlindungan terhadap inflasi.

Saham memberi Anda kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai perusahaan. Jika perusahaan yang Anda investasikan sedang mengalami pertumbuhan yang baik, maka saham Anda akan nilainya akan naik.

Selain itu, saham juga memberi Anda kesempatan untuk mendapatkan dividen. Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.

2. Risiko

Pasar uang juga paling bebas dari risiko. Karena Anda dapat menjual di pasar uang kapan saja, Anda tidak perlu khawatir akan nilai pasar uang turun. Obligasi dan saham berfluktuasi nilainya setiap hari. Jadi, Anda perlu memantau nilai obligasi dan saham setiap hari agar tidak rugi.

3. Jangka Waktu

Pasar uang adalah pasar untuk jangka waktu kurang dari satu tahun. Obligasi adalah instrument investasi untuk jangka waktu satu tahun ke atas. Saham adalah investasi keuangan untuk jangka waktu lebih dari satu tahun.

Dari jangka waktu, pasar uang adalah yang paling pendek, sedangkan saham adalah yang paling panjang. Dengan demikian, pasar uang relatif lebih aman dari risiko fluktuasi harga dibandingkan dengan obligasi dan saham. Namun, pasar uang memiliki risiko credit risk yang harus diperhitungkan.

Pilihan instrumen investasi yang tepat akan dipengaruhi oleh jangka waktu investasi dan risiko yang dapat ditanggung. Oleh karena itu, sebelum memilih instrumen investasi, sebaiknya pertimbangkan tujuan dan jangka waktu investasi.

Baca:  Investasi Apa yang Cocok untuk Pemula? (Ini Jawabannya)

4. Biaya

Pasar uang adalah pasar untuk instrumen keuangan yang dapat ditransaksikan dengan cepat dan mudah, dan biayanya relatif rendah. Misalnya, Anda dapat mendapatkan uang tunai dengan mudah di ATM, dan Anda dapat melakukan transfer uang ke rekening bank lain dengan biaya yang relatif rendah.

Obligasi biasanya diterbitkan dengan jangka waktu 10 tahun atau lebih, dan biayanya relatif tinggi. Misalnya, biaya untuk membeli obligasi pemerintah 10 tahunan bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Saham adalah tanda penyertaan kepemilikan seseorang atau perusahaan tertentu. Saham biasanya diterbitkan dengan jangka waktu yang lebih panjang dibandingkan obligasi, dan biayanya relatif tinggi. Misalnya, biaya untuk membeli saham perusahaan bisa mencapai jutaan rupiah.

Dari segi biaya, pasar uang adalah yang paling rendah dibandingkan dengan obligasi dan saham.

5. Likuiditas

Pasar uang adalah pasar yang paling likuid. Itu berarti Anda dapat menjual atau membeli di pasar uang kapan saja tanpa harus menunggu.

Di pasar obligasi, Anda harus menunggu obligasi jatuh tempo sebelum menjualnya. Di pasar saham, Anda harus menunggu perusahaan menjual sahamnya ke publik sebelum menjualnya.

Perbandingan

Keuntungan

  • Pasar Uang: Dapat menjual aset dalam jangka pendek dengan mudah dan cepat.
  • Obligasi: Obligasi memiliki bunga atau imbal hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pasar uang.
  • Saham: Mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai perusahaan dan dividen.

Risiko

  • Pasar Uang: Memiliki risiko yang rendah.
  • Obligasi: Memiliki risiko yang menengah.
  • Saham: Aset investasi dengan risiko tinggi.

Jangka waktu

  • Pasar Uang: Jangka waktu kurang dari 1 atau 2 tahun.
  • Obligasi: Instrumen investasi untuk jangka waktu satu tahun ke atas.
  • Saham: Aset investasi dengan jangka waktu lebih dari 3 atau 5 tahun.

Biaya

  • Pasar Uang: Bebas biaya atau tergantung pihak manajer investasi. Keuntungan yang didapat telah dikurangi dengan biaya expense ratio oleh manajer investasi.
  • Obligasi: Keuntungan atau bunga dikurangi pajak.
  • Saham: Biaya jual/beli tergantung broker tempat Anda memperjualbelikan saham. Biasanya biaya/fee jual dan beli 0.25%

Likuiditas

  • Pasar Uang: Paling likuid.
  • Obligasi: Harus menunggu jatuh tempo.
  • Saham: Memiliki pasar yang likuid.

Kesimpulan

Itulah perbandingan pasar uang, obligasi, dan saham dari segi keuntungan. Semua instrumen investasi memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Yang terpenting adalah menentukan instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan Anda.