7 Candlestick Pattern Paling Powerful

Pola candlestick (candlestick pattern) yang terbentuk pada grafik harga (chart) merupakan hasil dari aktifitas perdagangan antara penjual dan pembeli. Pola candlestick juga dapat menjadi cerminan dari psikologi pelaku pasar.

Berdasarkan buku “How to Make Money Trading with Candlestick Charts”, peran psikologi dalam candlestick berkisar antara 85% – 95%. Didalam buku tersebut menjelaskan bahwa sebagian besar aktifitas di pasar menghasilkan emosi ketakutan (fear) dan keserakahan (greed).

Apa itu Candlestick Pattern?

Candlestick pattern adalah pola pergerakan harga yang tercermin dari aktifitas penjual dan pembeli. Penamaan candlestick sendiri dilihat dari bentuknya seperti batang lilin.

Dengan memahami pola ini, kita dapat membaca sentimen dan arah pergerakan yang ada di pasar.

Sebelum mengenal lebih jauh tentang jenis-jenis candlestick, kita wajib mengetahui struktur atau bagian yang terdapat pada candlestick tersebut.

candlestick-pattern

Sebuah candlestick terdiri dari 4 komponen utama yaitu:

  • O atau Open = Harga pembukaan
  • C atau Close = Harga penutupan
  • H atau High = Harga tertinggi
  • L atau Low = Harga terendah

Pada gambar terdapat candle berwarna merah yang berarti penurunan harga karena harga penutupan (close) lebih rendah dari harga pembukaan (open).

Sedangkan pada candle berwarna hijau berarti kenaikan harga karena harga penutupan (close) lebih tinggi dari harga pembukaan (open).

Sumbu pada candle memberi makna bahwa harga pernah menyentuh level harga tertentu dan melakukan pembalikan arah. Jika sumbu memanjang kebawah menandakan harga pernah menyentuh titik terendah (low). Sedangkan pada sumbu yang memanjang keatas menandakan harga pernah menyentuh titik tertinggi (high).

Uji Coba Candlestick Pattern

Didalam buku “Encyclopedia of Candlestick Charts”, penulis melakukan uji coba dengan membuat program komputer yang dapat mengenali pola candlestick.

Uji coba dilakukan pada 500 saham dari index S&P500 dalam 10 tahun terakhir yang dimulai dari tahun 2008. Kemudian program komputer tersebut mengenali lebih dari 100 pola pada lebih dari 5 juta candlestick.

Didalam buku tersebut ditemukan 15 formasi candlestick, namun kami hanya memaparkan 7 dari formasi tersebut yang memiliki probabilitas lebih atau sama dengan 50%.

1. Bearish Three-line strike (67.38%)

bearish-three-line-strike-candlestick

Bearish Three line strike merupakan pola candlestick yang terdiri dari 3 candle penurunan harga dan 1 candle kenaikan harga yang menutupi harga tertinggi dari 3 candle sebelumnya. Formasi candle ini dapat kita temukan pada trend bullish maupun trend bearish, namun kemunculan formasi pada trend bearish memiliki hasil yang lebih baik.

Jenis Formasi: Reversal
Trend: Bearish/Downtrend
Posisi: Buy/Long

Karakteristik

  • Memiliki 4 candle untuk membentuk formasi candle.
  • Memiliki 1 candle kenaikan (hijau) yang memiliki high tertinggi dari 3 candle sebelumnya.
  • Setiap candle penurunan memiliki level harga open, close, high dan low yang lebih rendah dari candle sebelumnya.

Psikologi

Formasi Bearish Three Line Strike menceritakan kepada kita bahwa pada 3 candle penurunan sebelumnya, penjual (seller) memegang kendali atas penurunan harga yang ditandai dengan tekanan jual yang tinggi.

Namun pada candle ke-4, tekanan beli dari pembeli (buyer) mulai menguasai pasar sehingga membuat harga mengalami kenaikan hingga menembus harga tertinggi dari 3 candle sebelumnya.

Bagaimana cara entri atau membuka posisi?

Kita dapat membuka posisi pada harga penutupan (close) dari candle ke-4 atau menunggu konfirmasi pada candle ke-5 untuk memastikan bahwa harga akan berbalik arah (reversal).

Bagaimana cara menentukan stoploss?

Kita dapat meletakkan stop loss pada low atau 50% dari candle ke-4.

Tips yang dapat meningkatkan probabilitas:

  • Formasi muncul sebagai breakout menembus keatas pada daily moving average 50, 100 atau 200.
  • Formasi muncul sebagai retracement pada kenaikan suatu harga atau trend bullish.
  • Volume transaksi meningkat pada candle ke-4 dan melampui volume rata-rata 20 hari.
  • Formasi terjadi di area demand atau support.

Contoh #1 – Bearish Three Line Strike pada Bitcoin (BTC)

bearish-three-line-strike
Bearish Three Line Strike pada aset kripto Bitcoin (BTC/USDT)

2. Bullish Three-line strike (65.23%)

bullish-three-line-strike-candlestick

Bullish Three-line strike merupakan formasi bullish candlestick pattern yang terdiri dari 3 candle kenaikan harga dan 1 candle penurunan yang berhasil menutup harga dibawah harga terendah dari 3 candle sebelumnya. Pola candlestick ini memiliki performa yang lebih baik pada trend bullish sebagai reversal.

Jenis Formasi: Reversal
Trend: Bullish/Uptrend
Posisi: Sell/Short

Karakteristik

  • Memiliki 4 candle untuk membentuk formasi candle.
  • Memiliki 1 candle penurunan (merah) yang memiliki low terendah dari 3 candle sebelumnya.
  • Setiap candle penurunan memiliki level harga open, close, high dan low yang lebih tinggi dari candle sebelumnya.

Psikologi

Formasi Bullish Three Line Strike memberi makna kepada kita bahwa pada 3 candle kenaikan sebelumnya, pembeli (buyer) memegang kendali atas harga yang ditandai dengan tekanan beli yang tinggi. Hal ini membuat harga mengalami kenaikan secara perlahan.

Baca:  Pembayaran Dividen Adalah: Pengertian dan Hitungannya

Namun pada candle ke-4, tekanan beli dari pembeli (buyer) mulai melemah dimana pergerakan harga didominasi oleh penjual. Hal ini menyebabkan harga menembus harga terendah dari 3 candle sebelumnya.

Bagaimana cara entri atau membuka posisi?

Kita dapat membuka posisi pada harga penutupan dari candle ke-4 atau menunggu konfirmasi pada candle ke-5 untuk memastikan bahwa harga akan berbalik arah.

Bagaimana cara menentukan stoploss?

Kita dapat meletakkan stop loss diatas harga tertinggi (high) atau 50% dari candle ke-4.

Tips yang dapat meningkatkan probabilitas:

  • Formasi muncul ketika menembus kebawah pada daily moving average 50, 100 atau 200.
  • Volume transaksi meningkat pada candle ke-4 dan melampui volume rata-rata pada 20 daily.
  • Formasi terbentuk di area supply atau resistance.
  • Terjadi pada timeframe daily.

Contoh #1 – Bullish Three Line Strike pada Bitcoin (BTC)

bullish-three-line-strike-example01
Bullish Three Line Strike pada aset kripto Bitcoin (BTC/USDT)

Contoh #2 –Bullish Three Line Strike pada Etherium (ETH)

bullish-three-line-strike-example02
Bullish Three Line Strike pada aset kripto Etherium (ETH/USDT)

3. Three Black Crows (59.83%)

three-black-crows-candlestick

Three Black Crows adalah pola candlestick yang menggambarkan pola bearish pada sebuah trend bullish. Formasi dari candlestick ini terdiri dari 3 candle yang memiliki harga penutupan (close) dibawah harga pembukaan (open) dan harga cenderung menurun untuk setiap candle.

Jenis Formasi: Reversal
Trend: Uptrend
Posisi: Sell/Short

Karakteristik

  • Candle pertama adalah candle bearish.
  • Candle kedua adalah bearish dengan harga pembukaan (open) dibawah harga pembukaan (open) candle pertama.
  • Candle ketiga adalah bearish dengan harga pembukaan (open) dibawah harga pembukaan (open) candle kedua.

Psikologi

Pada trend bullish, pembeli memiliki kekuatan beli yang tinggi namun ketika formasi three black crows terbentuk menandakan bahwa kekuatan penjual (seller) mendominasi pasar. Hal ini menyebabkan harga bergerak turun.

Beberapa hal yang menyebabkan formasi ini adalah aksi take profit yang dilakukan pelaku pasar yang sudah mendapatkan diharga bawah, market maker atau liquidity provider yang menginginkan harga turun dengan memberikan tekanan jual sehingga membuat pelaku pasar lainnya mengikuti pergerakan harga tersebut.

Bagaimana cara entri atau membuka posisi?

Kita dapat membuka posisi pada harga penutupan dari candle ke-3 atau menunggu konfirmasi pada candle ke-4 untuk memastikan bahwa harga akan berbalik arah.

Bagaimana cara menentukan stoploss?

Kita dapat meletakkan stop loss diatas harga tertinggi (high) atau 50% dari candle ke-3.

Tips yang dapat meningkatkan probabilitas:

  • Pastikan candle memiliki ukuran yang panjang yang menandakan tekanan jual yang tinggi.
  • Indikator RSI, Stochastic berada pada area overbought.
  • Volume meningkat signifikan.
  • Terjadi pada timeframe daily.

Contoh #1 – Three Black Crows pada Etherium (ETH/USDT)

three-black-crows-example01
Three Black Crows pada chart aset kripto Etherium (ETH/USDT)

Contoh #2 – Three Black Crows pada Cardano (ADA/USDT)

three-black-crows-example02
Three Black Crows pada chart aset kripto Cardano (ADA/USDT)

4. Evening Star (55.85%)

evening-star-candlestick

Formasi candlestick Evening Star adalah pola yang dikategorikan sebagai bearish candlestick pattern didalam teknikal analisis. Pola ini biasa ditemukan diakhir sebuah uptrend. Selain itu, pola ini juga dapat ditemukan pada trend bearish sebagai fake pullback.

Jenis Formasi: Reversal
Trend: Uptrend
Posisi: Sell/Short

Karakteristik

  • Candle bullish pertama memiliki ukuran yang panjang.
  • Candle bearish kedua memiliki ukuran yang pendek dan gap up terhadap candle pertama.
  • Candle bearish ketiga memiliki ukuran yang panjang dan gap down terhadap candle kedua.

Psikologi

Pada trend bullish atau uptrend, pembeli (buyer) berusaha menaikkan harga dengan memberikan tekanan yang beli yang tinggi. Usaha tersebut berhasil di candle pertama dan membuat harga tertinggi (high) baru, namun pada candle kedua terjadi tekanan jual dan beli yang seimbang.

Sehingga pada candle terakhir menjadi candle penentu dari kekuatan jual dan beli. Dimana pada candle ketika, penjual dapat menguasai pasar dengan memberikan tekanan jual yang tinggi dan membuat harga turun signifikan.

Bagaimana cara entri atau membuka posisi?

Kita dapat membuka posisi pada harga penutupan dari candle ke-3 atau menunggu konfirmasi pada candle ke-4 untuk memastikan bahwa harga akan berbalik arah.

Bagaimana cara menentukan stoploss?

Kita dapat meletakkan stop loss diatas harga tertinggi (high) dari candle kedua atau 50% dari candle ke-3.

Tips yang dapat meningkatkan probabilitas:

  • Harga terendah (low) dari candle ke-3 menembus harga terendah (low) dari candle pertama.
  • Harga pembukaan (open) terjadi gap down pada candle ke-4 memberikan konfirmasi bahwa trend akan berbalik arah.
  • Volume pada candle ke-3 meningkat secara signifikan.
  • Terjadi pada timeframe daily.
Baca:  10 Jenis Candle Bullish Paling Menguntungkan

Contoh #1 – Evening Star pada Bitcoin (BTC/USDT)

evening-star-example01
Evening Star pada chart aset kripto Bitcoin (BTC/USDT)

Contoh #2 – Evening Star pada Bitcoin (BTC/USDT)

evening-star-example02
Evening Star pada chart aset kripto Bitcoin (BTC/USDT)

5. Upside Tasuki Gap (54.44%)

upside-tasuki-gap-candlestick

Upside Tasuki Gap merupakan pola kelanjutan dari sebuah trend bullish. Pola ini terbentuk dari 3 candle. Pada candle pertama merupakan candle bullish yang memiliki ukuran yang panjang. Kemudian diikuti dengan candle bullish kedua yang gap up terhadap candle pertama dan dilanjutkan dengan candle bearish ketiga yang menutupi gap.

Jenis Formasi: Bullish Continuation
Trend: Uptrend
Posisi: Buy/Long

Karakteristik

  • Candle bullish pertama memiliki ukuran yang panjang.
  • Candle bullish kedua gap up terhadap candle pertama.
  • Candle bearish ketiga menutup gap up dan memiliki ukuran yang pendek.

Psikologi

Didalam sebuah uptrend, pergerakan harga dipengaruhi oleh sentimen positif yang menyebabkan harga terus melanjutkan trend kenaikannya. Hal itu dapat dilihat dari ukuran candle pertama yang memiliki ukuran yang panjang.

Sehingga pada candle berikutnya membuat jarak/rentang harga (gap up) sebagai bentuk respon dari kenaikan harga pada candle sebelumnya.

Kemudian pada candle ketiga, penjual (seller) berusaha menekan harga namun usaha tersebut gagal karena pelaku pasar masih optimis bahwa trend akan terus berlanjut.

Bagaimana cara entri atau membuka posisi?

Kita dapat membuka posisi pada harga penutupan dari candle ke-3 atau menunggu konfirmasi pada candle ke-4 untuk memastikan bahwa harga akan melanjutkan kenaikan.

Bagaimana cara menentukan stoploss?

Kita dapat meletakkan stop loss di area support terdekat.

Tips yang dapat meningkatkan probabilitas:

  • Candle ke-2 dan ke-3 memiliki sumbu atau shadow.
  • Volume pada candle ke-1 meningkat signifikan dari sebelumnya atau melebihi rata-rata volume 20 hari.
  • Terjadi pada timeframe daily.

Contoh #1 – Upside Tasuki Gap pada Polygon Matic (MATIC/USDT)

upside-tasuki-gap-example01
Upside Tasuki Gap pada chart aset kripto Polygon Matic (MATIC/USDT)

Contoh #2 – Upside Tasuki Gap pada XRP Ripple (XRP/USDT)

upside-tasuki-gap-example02
Upside Tasuki Gap pada chart aset kripto XRP Ripple (XRP/USDT)

6. Inverted Hammer (51.73%)

inverted-hammer-candlestick

Pola Inverted Hammer terdiri dari tiga bagian penting yaitu body dan 2 sumbu. Ukuran body pada candle berukuran pendek. Sumbu atas memiliki ukuran 2x lebih panjang dari ukuran body. Sesuai dengan namanya, bentuk pola ini menyerupai palu terbalik. Sehingga pola ini memberi makna bahwa harga melakukan pembalikan.

Jenis Formasi: Reversal
Trend: Downtrend
Posisi: Buy/Long

Karakteristik

  • Memiliki bentuk menyerupai palu terbalik.
  • Memiliki panjang sumbu 2x dari ukuran body.

Psikologi

Pola inverted hammer biasa terjadi diakhir sebuah trend. Ketika kenaikan harga terjadi, penjual (seller) melakukan tekanan jual yang sangat tinggi sehingga menyebabkan harga turun kembali mendekati harga pembukaan.

Bagaimana cara entri atau membuka posisi?

Kita dapat membuka posisi pada harga penutupan.

Bagaimana cara menentukan stoploss?

Kita dapat meletakkan stop loss dibawah harga terendah (low) atau di area support terdekat.

Tips yang dapat meningkatkan probabilitas:

  • Terjadi peningkatan volume transaksi.
  • Terjadi di area demand atau support.

Contoh #1 – Inverted Hammer pada Sandbox (SAND/USDT)

inverted-hammer-example01
Inverted Hammer pada chart aset kripto SAND (SAND/USDT)

Contoh #2 – Inverted Hammer pada Sandbox (SAND/USDT)

inverted-hammer-example02
Inverted Hammer pada chart aset kripto SAND (SAND/USDT)

7. Matching Low (50.00%)

matching-low-candlestick

Matching low adalah pola candlestick pembalikan arah yang diawali dengan trend bearish menjadi trend bullish. Pola ini banyak ditemukan diakhir sebuah trend dan identik dengan 2 candle yang memiliki harga terendah (low) yang sama.

Jenis Formasi: Reversal
Trend: Downtrend/Bearish
Posisi: Buy/Long

Karakteristik

  • Formasi terdiri dari 2 candle.
  • Diawali dengan trend bearish atau downtrend.
  • Memiliki harga terendah (low) yang sama.

Psikologi

Pada saat trend bearish sedang berlangsung kekuatan penjual (seller) mendominasi pasar sehingga menekan harga untuk tutup.

Bagaimana cara entri atau membuka posisi?

Kita dapat membuka posisi pada harga penutupan.

Bagaimana cara menentukan stoploss?

Kita dapat meletakkan stop loss di area support terdekat.

Tips yang dapat meningkatkan probabilitas:

  • Terjadi peningkatan volume transaksi.
  • Terjadi di area demand atau support.

Contoh #1 – Matching Low pada Etherium (ETH/USDT)

matching-low-example01
Matching Low pada chart aset kripto Etherium (ETH/USDT)

Contoh #2 – Matching Low pada Cardano (ADA/USDT)

matching-low-example02
Matching Low pada chart aset kripto Cardano (ADA/USDT)

Kesimpulan

Pola candlestick pattern dapat memberikan peluang profit maksimal jika kita dapat memanfaatkannya dengan baik.  Selain itu, pola candlestick dapat dikombinasikan dengan indikator untuk memperkuat analisa.

Demikian artikel tentang candlestick pattern, semoga bisa meningkatkan peluang profit anda.