10 Jenis Candle Bullish Paling Menguntungkan

Pada postingan ini kita akan membahas tentang cara menggunakan pola candle bullish agar transaksi kita menjadi lebih menguntungkan.

Kita akan membahas tentang:

  • Cara menentukan struktur market yang sedang bullish.
  • Cara mengenali karakteristik pola-pola candle bullish.
  • Cara memanfaatkan pola candle secara maksimal.
  • Cara menentukan entry, take profit dan stop loss.
  • dan lain sebagainya…

Apa itu Bullish?

Bullish adalah sebuah keadaan dimana nilai atau harga sebuah aset seperti kripto, saham atau valuta asing mengalami kenaikan atau penguatan dalam rentang waktu tertentu.

struktur pasar

Cara Menentukan Market Bullish

Didalam ilmu analisis teknikal, pasar yang sedang bullish dapat diidentifikasi melalui chart candlestick yang menunjukkan bahwa pola candle membentuk higher high dan higher low yang baru seperti yang terlihat pada chart aset kripto BTC dibawah ini.

bullish-btc
Bullish pada chart Bitcoin (BTCUSDT)

Selain itu, kita juga dapat menggunakan bantuan indikator Moving Average (MA) 50, 100 dan 200. Pada trend bullish, MA yang lebih kecil selalu berada diatas MA yang lebih besar, seperti yang terlihat digambar dibawah ini.

bullish-ma
Moving Average pada Chart Bitcoin (BTCUSDT)

Setelah kita mengetahui, cara mengenali sebuah trend bullish, langkah selanjutnya kita dapat menggunakan salah satu dari 10 candle bullish dibawah ini sebagai entri.

1. Mat Hold (Bullish)

mat-hold

Karakteristik

  • Formasi terbentuk dari 5 candle.
  • Candle pertama adalah candle bullish (hijau) dan memiliki ukuran yang panjang.
  • Diikuti dengan 3 candle bearish (merah) yang terus membentuk harga terendah dari candle sebelumnya.
  • Candle terakhir adalah candle bullish dan memiliki harga penutupan tertinggi dari candle sebelumnya.

Cara mengenali candlestick Mat Hold

Formasi ini terbentuk pada uptrend dan diawali dengan candle bullish yang memiliki ukuran yang panjang. Kemudian harga mengalami loncatan keatas (gap up) pada pembukaan candle setelahnya. Setelah terjadi gap up, 3 candle bearish terbentuk namun tidak tutup dibawah harga terendah dari candle pertama.

Lalu, formasi ini diakhiri dengan pembentukan candle bullish berukuran panjang yang memiliki harga penutupan diatas harga penutupan candle sebelumnya.

Contoh Mat Hold pada Etherium (ETHUSDT)

candle-bullish-mathold

2. Deliberation (Bullish)

deliberation

Karakteristik

  • Candle pertama adalah candle bearish yang body nya berukuran panjang.
  • Candle kedua adalah candle bearish dengan body berukuran panjang, tapi tidak lebih dari ukuran body candle pertama.
  • Candle ketiga adalah candle bearish dengan body berukuran lebih pendek dari 2 candle sebelumnya dan memiliki sumbu (wick) yang panjang.
  • Setiap candle harus memiliki harga pembukaan (open) dan harga penutupan (close) lebih rendah dari sebelumnya.

Cara mengenali candlestick Deliberation

Didalam sebuah uptrend, kita dapat menemukan formasi candlestick Deliberation (Bullish) sebagai koreksi atau penurunan sementara. Kemunculan formasi ini dapat diprediksi sebagai penurunan sementara dikarenakan ada pelaku pasar yang melakukan aksi take profit.

Pada formasi ini menunjukkan bahwa setiap penurunan harga terjadi pelemahan tekanan jual sehingga terbentuk candle yang semakin mengecil. Kita dapat melakukan entri pada candle ke-3 atau menunggu candle konfirmasi pada candle ke-4.

Contoh Deliberation pada Etherium (ETHUSDT)

candle-bullish-deliberation

3. Rising Three Methods

rising-three-methods

Karakteristik

  • Formasi ini terdiri dari 5 candle.
  • Candle pertama adalah candle bullish dengan body berukuran panjang.
  • 3 candle selanjutnya memiliki ukuran body yang pendek dan memiliki harga pembukaan (open) dan harga penutupan (close) yang terus menurun.
  • Candle terakhir adalah candle bullish yang memiliki body berukuran panjang dengan harga penutupan (close) diatas harga tertinggi (high) candle sebelumnya.

Cara mengenali candlestick Rising Three Methods

Rising three methods adalah formasi candlestick kelanjutan sebuah trend bullish yang terjadi pada uptrend. Kemunculan pola candlestick ini mengindikasikan pelaku pasar yang optimis bahwa harga akan melanjutkan kenaikannya. Hal ini dapat dilihat dari panjang body pada candle pertama.

Baca:  7 Candlestick Pattern Paling Powerful

Candle bearish yang terdapat didalam formasi ini hanya sebagai koreksi sementara dikarenakan sebagian kecil pelaku pasar melakukan aksi jual. Kemudian pada candle terakhir memiliki ukuran body yang panjang sehingga kita dapat menentukan untuk melakukan entri.

Jika kita perhatikan, pola rising three method memiliki kesamaan dengan pola mat hold, hanya saja tidak terjadi loncatan harga (gap up) pada candle ke-2.

Contoh Rising Three Methods pada Etherium (ETHUSDT)

candle-bullish-rising

4. Separating Lines

separating-lines

Karakteristik

  • Candle pertama adalah bearish dengan ukuran body yang panjang.
  • Candle kedua adalah bullish dengan harga pembukaan (open) sama dengan haga penutupan (close) candle pertama.
  • Candle kedua memiliki harga penutupan yang lebih tinggi dan ukuran body yang panjang.

Cara mengenali candlestick Separating Lines

Formasi separating lines adalah pola bullish yang terdiri dari 2 candle yaitu candle bullish dan bearish. Pola ini biasanya muncul pada pertengahan uptrend yang merupakan indikasi pelemahan harga sementara. Jika kita memperhatikan volume transaksi pada candle pertama, maka akan memiliki jumlah volume yang lebih rendah dibandingkan candle kedua.

Contoh Separating Line pada Kava (KAVAUSDT)

candle-bullish-separating-lines

5. Morning Star

morning-star

Karakteristik

  • Terdiri dari 3 candle
  • Candle pertama adalah bearish dengan body berukuran panjang.
  • Candle kedua adalah candle bullish dengan body berukuran pendek.
  • Candle ketika adalah candle bullish dengan body berukuran panjang.

Cara mengenali candlestick Morning Star

Pola morning star adalah variasi dari formasi bullish engulfing. Pada sebuah uptrend, kemunculan pola ini mengindikasikan bahwa terjadi penurunan harga sementara (pullback).

Kemunculan candle bearish pertama mengindikasikan tekanan jual yang tinggi. Namun tekanan jual tersebut melemah pada saat kemunculan candle ke-2 dengan body berukuran pendek.

Biasanya candle ke-2 memiliki loncatan harga kebawah (gap down) terhadap candle pertama.

Kemudian, pada candle bullish ke-3 menandakan tekanan beli yang tinggi. Biasanya candle ke-2 memiliki loncatan harga keatas (gap up) terhadap candle ke-3.

Contoh Morning Star pada Solana (SOLUSDT)

candle-bullish-morning-star

6. Doji star

doji-star

Karakteristik

  • Formasi ini terdiri dari 3 candle.
  • Candle ke-1 adalah bearish dengan body berukuran panjang.
  • Candle ke-2 memiliki harga open dan close yang sama.
  • Candle ke-3 adalah bullish dengan body berukuran panjang.

Cara mengenali candlestick Doji Star

Pola doji star dapat dikenali melalui candle doji yang memiliki harga pembukaan dan penutupan yang sama. Pada formasi ini, pola diawali dengan candle bearish dengan body yang berukuran panjang yang mengindikasikan bahwa terdapat tekanan jual yang tinggi. Sehingga pada candle kedua (doji) terjadi gap down antara harga penutupan candle ke-1 dan harga pembukaan candle ke-2.

Kemudian pada candle ke-3 terjadi tekanan beli yang tinggi sehingga pada pembukaan harga gap up terhadap harga penutupan pada candle ke-2.

Contoh Doji Star pada XRP (XRPUSDT)

candle-bullish-doji-star

7. Bullish harami

bullish-harami

Karakteristik

  • Diawali dengan candle bearish dengan body berukuran panjang.
  • Candle ke-2 memiliki harga tertinggi dibawah penutupan candle ke-1 dan harga terendah diatas harga pembukaan candle ke-1.

Cara mengenali candlestick Bullish Harami

Untuk mengenal formasi Bullish Harami, kita dapat melihat 2 candlestick terbentuk diawali dengan candle bearish dan dilanjutkan dengan candle bullish setelahnya.

Candle bullish kedua berada di area candle bearish pertama, dimana harga pembukaan berada diatas harga penutupan candle ke-1 dan harga penutupan berada dibawah harga pembukaan candle ke-1. Candle pertama memiliki ukuran body yang panjang.

Contoh Bullish Harami pada XRPUSDT

candle-bullish-bullish-harami

8. Bullish Engulfing

bullish-engulfing

Karakteristik

  • Formasi terbentuk dari 2 candle.
  • Candle ke-1 berada di area candle ke-2
  • Candle ke-2 memiliki body berukuran panjang

Cara mengenali candlestick Bullish Engulfing

Candlestick bullish engulfing memiliki formasi yang yang hampir sama dengan bullish harami, hanya saja candle bullish berukuran panjang terletak pada candle ke-2. Formasi ini memberikan sinyal bahwa intensitas transaksi yang disertai kekuatan beli yang tinggi yang ditunjukkan pada candle ke-2. Sehingga harga dapat ditutup diatas harga tertinggi dari candle pertama.

Baca:  Apa Itu Dividen Interim? Ini Penjelasannya

Contoh Bullish Engulfing pada ALGOUSDT

candle-bullish-engulfing

9. Piercing Line

piercing-line

Karakteristik

  • Formasi terbentuk dari 2 candle.
  • Pola diawali dengan candle bearish dan diikuti dengan candle bullish yang berukuran lebih dari 50% candle pertama.

Cara mengenali candlestick Piercing Line

Untuk mengenali pola candlestick Piercing, kita perlu memperhatikan karakteristik dari formasi tersebut. Pola ini terdiri dari 2 candle yang membentuk lower high dan lower low. Candle pertama adalah bearish diikuti dengan candle bullish yang memiliki ukuran lebih dari 50% candle pertama.

Contoh Piercing Line pada ALGOUSDT

candle-bullish-piercing

10. Inverted Hammer

inverted-hammer

Karakteristik

  • Formasi yang terdiri dari 1 candle.
  • Secara kasar mata, candle ini berbentuk seperti huruf T terbalik.

Cara mengenali candlestick Inverted Hammer

Pola inverted hammer memiliki ukuran body yang pendek tapi memiliki sumbu panjang keatas, setidaknya 2 – 3 kali dari ukuran body. Pola ini memberikan sinyal bahwa harga akan berbalik arah. Kita dapat menemukan candle ini pada saat sebuah uptrend mengalami penurunan sementara (pullback). Selain itu, kita juga dapat menemukan pada akhir sebuah downtrend.

Contoh Inverted Hammer pada ALGOUSDT

candle-bullish-inverted-hammer

Tips untuk Meningkatkan Peluang Profit dengan Candle Bullish

Pola candle bullish dapat memberikan indikasi kuat terhadap kenaikan harga jika berada pada area support dan resistance. Oleh karena itu, ada baik nya kita menentukan terlebih dahulu support atau resistance terkuat pada chart.

Berikut ini contoh kemunculan pola bullish engulfing pada chart Bitcoin.

support-resistance

Seperti yang terlihat pada gambar diatas, kita dapat melihat bahwa pada rentang harga 46500 – 47300 terjadi penolakan (rejection) dan gagal ditembus sebanyak 3 kali yang dimana salah satunya adalah fake breakout. Sehingga area tersebut dapat kita jadikan area resistance. Ketika rentang harga tersebut berhasil ditembus maka selanjutnya akan menjadi support yang akan menahan penurunan harga.

Diakhir dari pergerakan harga yang terlihat pada gambar, terbentuk formasi bullish engulfing di area support, sehingga kondisi ini menjadi menarik karena hal ini menandakan pembalikan arah. Kemudian posisi ini juga memiliki rasio risk/reward yang menarik.

Kita dapat menentukan rencana untuk melakukan entri seperti gambar dibawah ini.

support-resistance-entry

Entri dapat dilakukan pada harga penutupan candle terakhir dengan stop loss terletak dibawah harga terendah dari formasi bullish engulfing. Kemudian kita bisa take profit dengan rasio risk/reward 1:3. Sehingga kita memiliki resiko kerugian 2.8% dengan peluang profit 7.0%.

Dari rencana tadi, kita berhasil menutup posisi dalam keadaan profit seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

support-resistance-hasil

Kesimpulan

Pola candle bullish ini dapat meningkatkan peluang kita untuk memperoleh keuntungan. Namun, kita tidak dapat menjadikan pola/formasi ini menjadi sesuatu yang pasti bahwa kita akan untung. Jadikanlah pola ini sebagai titik entri dengan memperhitungkan risk/reward yang baik.

Jika kita bisa mendapatkan perencanaan dengan resiko yang minim, maka kita dapat mengambil kesempatan tersebut dengan memperhatikan tata kelola keuangan (money management) yang sesuai.