Resiko Usaha Angkringan: Apa yang Harus Diketahui?

Usaha angkringan memiliki potensi besar untuk memberikan keuntungan bagi pemiliknya, namun ada beberapa resiko yang harus dipertimbangkan sebelum memulainya. Resiko usaha angkringan bisa berasal dari faktor internal dan eksternal, mulai dari masalah ketersediaan bahan baku hingga risiko regulasi pemerintah.

Dalam artikel ini akan dibahas secara lebih rinci tentang resiko usaha angkringan dan bagaimana cara mengantisipasinya agar usaha Anda tetap berjalan dengan lancar.

1 Resiko Usaha Angkringan

Usaha angkringan merupakan salah satu bentuk usaha yang banyak diminati oleh masyarakat. Usaha ini memiliki keuntungan yang potensial, namun juga menimbulkan risiko tersendiri. Oleh karena itu, penting bagi siapa saja yang ingin berbisnis di bidang angkringan untuk mengetahui terlebih dahulu segala risiko dan cara-cara untuk menghadapinya.

Risiko-risiko bisnis angkringan antara lain adalah fluktuasi harga bahan baku, biaya operasional yang tinggi, persaingan ketat dengan para pesaing, serta masalah pemasaran produk atau jasa yang dijual. Semua hal ini harus dipelajari dengan baik agar usaha angkringan tetap berjalan lancar dan memberikan hasil maksimal bagi pengusaha.

1.1 Resiko ekonomi

Usaha angkringan merupakan usaha yang berbasis lokal, maka ada beberapa resiko ekonomi yang harus dipertimbangkan sebelum memulai bisnis ini. Beberapa contoh resiko ekonomi termasuk kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional, risiko inflasi atau deflasi, perubahan permintaan pasar, dan masih banyak lagi.

Selain itu, ketidakpastian pasar juga harus diperhatikan agar tidak terjadi kerugian besar pada usaha angkringan Anda. Oleh karena itu penting untuk melakukan perencanaan keuangan secara cermat serta mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko ekonomi yang mungkin akan terjadi.

1.2 Resiko kesehatan

Salah satu resiko yang paling sering dihadapi oleh para pelaku usaha angkringan adalah masalah kesehatan. Kebanyakan dari mereka berada di luar sepanjang hari, terpapar sinar matahari dan asap motor. Ini dapat menyebabkan gangguan kulit dan berbagai penyakit lainnya seperti bronkitis, alergi, asma, serta infeksi saluran pernafasan atau ISPA.

Hal ini lebih parah lagi bagi mereka yang tinggal dekat jalan raya atau jalan tol dimana polusinya cukup tinggi. Selain itu, paparan debu dan bahan kimia berbahaya dari motor juga bisa sangat berbahaya bagi para pelaku usaha angkringan.

1.3 Resiko hukum

Resiko hukum dalam usaha angkringan terutama berhubungan dengan persyaratan lokasi, izin operasional, kepatuhan terhadap aturan lingkungan hidup dan peraturan-peraturan lainnya yang harus dipatuhi oleh para pengusaha.

Jika tidak ada ketelitian dalam mematuhi syarat-syarat ini, maka pemilik usaha bisa saja menghadapi sanksi administratif ataupun tuntutan hukum. Oleh karena itu sangat penting bagi para pengusaha untuk memastikan bahwa semua persyaratan telah dipenuhi sebelum meluncurkan bisnis mereka.

2 Cara Menghadapi Resiko

Resiko dapat berasal dari faktor eksternal maupun internal dan bisa menyebabkan kerugian atau kerusakan pada bisnis Anda. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menghadapi resiko tersebut agar usaha Anda tetap stabil.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan analisis risiko secara teratur dan melacak setiap perubahan yang mungkin terjadi di pasar atau lingkungan bisnis Anda. Selain itu, sebaiknya gunakan manajemen risiko yang tepat untuk meminimalkan dampak negatif dari potensi risiko saat ini dan masa depan.

2.1 Memahami resiko usaha

Resiko terbesar adalah bahwa para pemilik usaha mungkin tidak memiliki wawasan yang cukup untuk mengelola dan mengendalikan resiko tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pemilik usaha angkringan untuk memahami seberapa besar risiko mereka hadapi dan bagaimana cara mereka dapat menghadapinya. Pertama-tama, penting untuk dipahami bahwa pasar angkringan berubah secara dinamis.

Baca:  Cara Menjadi Reseller Makanan Ringan Tanpa Modal (2023)

Seiring dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup orang di seluruh dunia, trend dan permintaan pelanggan berubah secara signifikan setiap saat. Ini berarti bahwa para pengusaha harus siap untuk beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan di pasaran.

Mereka juga harus siap untuk melakukan investasi yang diperlukan agar dapat menyesuaikan produk atau layanan mereka sesuai dengan permintaan pelanggan terbaru. Kedua, pemilik usaha harus memonitor situasi ekonomi secara rutin guna mendeteksi perubahan harga produk atau layanan yang ditawarkannya sehingga ia dapat meresponnya lebih cepat dan lebih efektif.

2.2 Mempersiapkan sumber daya

Untuk menghadapi resiko usaha angkringan, salah satu cara paling efektif adalah dengan mempersiapkan sumber daya. Pada dasarnya, hal ini meliputi persiapan finansial, persiapan manajemen dan keahlian teknis. Finansial terutama berkaitan dengan anggaran modal dan pembiayaan untuk mendirikan usaha angkringan.

Diperlukan modal yang cukup untuk biaya sewa lokasi, peralatan dan perlengkapan serta staf yang dipekerjakan. Sumber pembiayaannya bisa berasal dari tabungan sendiri atau pinjaman bank yang disesuaikan dengan kemampuan Anda untuk membayar cicilan bulanan.

Selain itu, Anda juga harus siap dari sisi manajemen agar usaha angkringan berhasil. Anda harus mampu mengatur staf secara benar demi mencapai tujuan bisnis Anda. Hal ini meliputi tugas-tugas rutin seperti pencatatan transaksi harian, penyusunan laporan keuangan bulanan/tahunan dan strategi promosi produk baru agar tetap menarik pelanggan setia anda. Keahlian teknis pun tidak boleh dilupakan untuk suksesnya usaha angkringan anda.

2.3 Menjalankan usaha dengan disiplin

Penting untuk memastikan bahwa Anda dapat menghadapi berbagai risiko usaha angkringan dengan disiplin. Salah satu caranya adalah dengan membuat rencana bisnis yang tepat dan melakukannya secara konsisten.

Hal ini akan membantu Anda tetap fokus pada tujuan bisnis Anda dan memberi petunjuk tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapainya. Selain itu, penting juga untuk berinvestasi di bidang teknologi informasi agar proses manajemen usaha Anda lebih efisien. Dengan demikian, Anda dapat menghemat biaya sambil mendapatkan hasil maksimal dari usaha angkringan Anda.

3 Manfaat Usaha Angkringan

Resiko Usaha Angkringan - Manfaat Usaha Angkringan

Bisnis ini memiliki banyak manfaat, mulai dari keuntungan ekonomi hingga kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain. Dengan menawarkan produk yang murah dan layanan yang berkualitas, usaha angkringan dapat menarik pelanggan baru dan mempertahankan loyalitas mereka terhadap bisnis Anda. Angkringan juga memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk belajar tentang cara berbisnis serta mengembangkan kemampuan manajerialnya.

3.1 Pendapatan

Anda bisa mendapatkan penghasilan dari berbagai sumber. Usaha ini tidak hanya menghasilkan uang melalui laba tapi juga melalui tips dan hadiah yang diberikan pada pelanggan.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan penghasilan lainnya dengan cara menjual makanan atau minuman tambahan untuk pelanggan Anda. Namun, pendapatan utama akan didapat dari setoran laba bulanan atau tahunan yang diperoleh sebagai hasil dari usaha angkringan. Pendapatan ini akan tergantung pada lokasi tempat Anda beroperasi, jam operasi dan faktor-faktor lainnya seperti ketersediaan sumber daya dan layanan yang disediakan.

3.2 Koneksi usaha

Usaha Angkringan dikenal dengan nama Warung Makan atau Kaki Lima. Usaha inimemiliki banyak manfaat bagi para pengusahanya, termasuk:

Baca:  Usaha Minuman Kemasan Cup: Peluang Baru!

1. Membuka peluang pasar baru – Usaha angkringan memberikan peluang bagi pengusahanya untuk membuka pasar baru. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjajakan makanan dan minuman kepada warga sekitar atau tempat-tempat lainnya yang belum terjamah oleh pesaing lainnya.

2. Menawarkan harga yang kompetitif – Karena usaha angkringen tidak membutuhkan biaya tinggi untuk operasional, maka pengusahanya dapat menawarkan harga produk atau layanan yang lebih kompetitif dibandingkan dengan pesaing lainnya. Ini akan memberikan nilai tambah bagi para pelanggan dan juga bisa menarik lebih banyak orang untuk datang ke warung Anda.

3. Fleksibilitas waktu kerja – Karena usaha angkringen tidak perlu beroperasi setiap hari, Anda punya fleksibilitas waktu kerja sesuai kebutuhannya sendiri tanpa harus terikat dengan jam kerja biasanya seperti pekerja tetap/pegawai swasta lainnya..

3.3 Pengalaman

Bisnis ini dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pelaku usaha di bidang makanan dan minuman. Dengan membuka usaha angkringan, Anda dapat memperluas pasar Anda dengan menawarkan produk-produk baru dan layanan unik seperti minuman ringan atau aneka makanan tradisional.

Selain itu, adanya pengguna yang loyal akan memberikan stabilitas finansial bagi usaha Anda. Dengan begitu, Anda dapat terus berinovasi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan di tempat angkringannya.

3.4 Pengembangan kreativitas dan inovasi

Bisnis ini menawarkan aneka makanan dan minuman yang disajikan di tempat tertentu dan biasanya duduk-duduk. Selama bertahun-tahun, usaha angkringan telah berkembang pesat karena mampu memenuhi kebutuhan para pelancong atau pejalan untuk bersantai dan menikmati makanan dan minuman lezat dengan harga terjangkau.

Usaha angkringan juga sangat penting bagi pengembangan kreativitas dan inovasi. Dengan menyediakan berbagai macam menu baru, usaha angkringan memberikan peluang bagi para pemilik untuk bereksperimen dengan rasa, tekstur, dan bentuk makanan mereka.

Hal ini akan memungkinkan mereka untuk mengembangkan produk baru yang unik serta menu tradisional yang tetap populer. Usaha angkringan juga merupakan cara termudah untuk mempromosikan inovasi culinari sehingga orang lain dapat mencicipinya. Dengan begitu, usaha angkringan akan terus tumbuh dan berkembang agar tetap relevan di pasaran modern saat ini.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Berapa keuntungan usaha angkringan?

Keuntungan usaha angkringan bervariasi, tetapi berdasarkan pengalaman yang berhasil menjalankannya, rata-rata mereka memperoleh penghasilan bersih sebesar Rp 200 ribu. Jika dihitung keuntungan perbulannya, maka omset bersih mereka sebesar Rp 6 juta perbulan (Rp 200 ribu x 30 hari).

2. Apa saja yang bisa dijual di angkringan?

Angkringan adalah warung makanan ringan di Indonesia yang menawarkan berbagai menu pilihan. Menu populer yang dapat Anda jual di Angkringan meliputi nasi kucing, nasi kuning, nasi jinggo, aneka gorengan seperti tempe mendoan atau bakwan dan aneka baceman seperti ayam bacem atau tahu bacem.

Penutup

Resiko hukum dalam usaha angkringan terutama berhubungan dengan persyaratan lokasi, izin operasional, kepatuhan terhadap aturan lingkungan hidup dan peraturan-peraturan lainnya yang harus dipatuhi oleh para pengusaha.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan analisis risiko secara teratur dan melacak setiap perubahan yang mungkin terjadi di pasar atau lingkungan bisnis Anda.