Operating Leverage: Pengertian, Tujuan dan Manfaat

Anda mungkin sering mendengar istilah leverage, tapi tidak tahu apa artinya. Jadi, leverage adalah suatu instrumen atau sistem yang kamu gunakan untuk melakukan investasi dengan modal yang relatif kecil. Biasanya, suatu perusahaan akan menggunakan leverage untuk melakukan investasi atau untuk membeli aset dengan harga yang relatif mahal. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas salah satu rasio leverage yakni operating leverage.

Pengertian

Operating leverage adalah sebuah rasio yang mengukur seberapa besar keuntungan atau kerugian perusahaan akan berubah jika pendapatan operasional mereka berubah sebesar satu unit. Rasio ini memberikan petunjuk penting tentang risiko operasional perusahaan. Semakin tinggi rasio leverage, semakin besar keuntungan atau kerugian yang dapat ditimbulkan perubahan pendapatan operasional.

Tujuan

Rasio operating leverage digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan terpapar terhadap risiko operasional. Rasio ini dapat memberikan informasi mengenai seberapa fleksibel pendapatan operasional perusahaan dan seberapa mudah perusahaan dapat menyesuaikan biaya mereka seiring perubahan pendapatan. Hal ini dapat berguna bagi investor dan kreditor dalam menentukan seberapa berisiko investasi atau pinjaman ke perusahaan.

Tujuan lain dari operating leverage antara lain:

  1. Untuk mengukur efisiensi biaya operasional perusahaan
  2. Untuk mengukur seberapa besar perusahaan tergantung pada pendapatan operasional
  3. Untuk membandingkan risiko operasional perusahaan dengan perusahaan sejenis
  4. Untuk memberikan informasi tambahan dalam menganalisis laporan pendapatan komprehensif perusahaan

Manfaat

Operating leverage dapat memberikan petunjuk seberapa agresif suatu perusahaan dalam mengelola biaya operasionalnya. Jika rasio leverage ini relatif tinggi, perusahaan dapat mengalami kerugian yang signifikan jika pendapatan operasionalnya jatuh, karena mereka mungkin memiliki biaya tetap yang tinggi. Jika rasio ini relatif rendah, perusahaan memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam mengurangi biaya operasionalnya untuk menyesuaikan dengan perubahan pendapatan operasional, sehingga kerugian dapat dikurangi.

Rasio ini dapat digunakan untuk menentukan seberapa banyak pendapatan operasional perlu ditingkatkan agar perusahaan dapat menutup biaya operasionalnya, atau seberapa besar kerugian yang dapat diterima perusahaan jika pendapatan operasionalnya tidak sebesar yang diharapkan.

Baca:  Risk Capacity Adalah: Pengertian dan Manfaatnya

Keterbatasan

Rasio leverage ini dapat menyediakan gambaran yang tidak selalu akurat dari risiko operasional suatu perusahaan. Rasio leverage ini hanya mengukur bagaimana perubahan pendapatan operasional akan mempengaruhi keuntungan perusahaan, bukan bagaimana perubahan pendapatan operasional akan mempengaruhi biaya operasionalnya. Karena itu, rasio ini mungkin tidak selalu mencerminkan kenyataan operasional perusahaan.

Rasio leverage ini juga hanya mengukur biaya tetap suatu perusahaan, yang tidak selalu mencerminkan seluruh biaya operasional mereka. Perusahaan dapat mengalami kerugian yang signifikan jika biaya variabelnya tinggi, meskipun rasio leveragenya rendah.

Rumus Operating Leverage

Operating Leverage = (Pendapatan Operasional – Beban Variable) / (Pendapatan Operasional)

Keterangan:

Pendapatan Operasional = Pendapatan Bersih – Biaya Tetap

Beban Variable = Biaya Tetap – Laba Kotor

Cara Menghitung Operating Leverage

Perusahaan A dan B memiliki pendapatan operasional sebesar 10 juta dan 20 juta, masing-masing. Beban tetap Perusahaan A sebesar 6 juta, sedangkan beban tetap Perusahaan B sebesar 12 juta.

Perusahaan A dan B memiliki rasio operating leverage sebesar 2x dan 4x, masing-masing. Ini berarti jika pendapatan operasional kedua perusahaan turun sebesar 1 juta, kerugian yang dialami Perusahaan A sebesar 2 juta, dan kerugian Perusahaan B sebesar 4 juta.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Bagaimana jika operating leverage tinggi?

Jika operating leverage tinggi, perusahaan akan memiliki keuntungan atau kerugian yang lebih besar perubahan pendapatan operasionalnya. Oleh karena itu, perusahaan akan lebih rentan terhadap fluktuasi pendapatan operasional.

Apa yang menyebabkan operating leverage?

Operating leverage ini terjadi karena perusahaan memiliki biaya tetap yang tinggi, seperti biaya sewa atau gaji karyawan, yang harus ditanggung seirama dengan pendapatan operasionalnya. Dengan demikian, ketika pendapatan operasional naik atau turun, keuntungan atau kerugian perusahaan berubah secara proporsional.

Berapa rasio leverage yang bagus?

Dalam teori, semakin tinggi rasio operating leverage, semakin besar keuntungan perusahaan selama pendapatan operasional naik, dan semakin besar kerugian perusahaan selama pendapatan operasional turun. Namun, rasio leverage yang tinggi juga dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki risiko operasional yang lebih tinggi, yang dapat menjadi masalah bagi perusahaan.

Baca:  Sub Distributor Adalah: Definisi, Perbedaan dan Contohnya

Apa bedanya antara operating dan financial leverage?

Rasio ini mengukur bagaimana perubahan pendapatan operasional akan mempengaruhi keuntungan atau kerugian perusahaan. Financial leverage adalah sebuah rasio yang mengukur bagaimana perusahaan menggunakan hutang untuk mendanai aktivitasnya, dan bagaimana ini akan mempengaruhi keuntungan atau kerugian perusahaan.

Apa saja yang dapat meningkatkan operating leverage perusahaan?

Beberapa hal yang dapat meningkatkan operating leverage perusahaan adalah meningkatnya jumlah biaya tetap, seperti gaji karyawan, sewa, atau biaya pemeliharaan; semakin sedikit pendapatan variable yang diperoleh per unit penjualan; atau semakin besar pertumbuhan pendapatan operasional.

Apakah operating leverage penting bagi perusahaan?

Operating leverage adalah sebuah rasio yang memberikan petunjuk penting tentang risiko operasional perusahaan. Jika rasio leverage relatif tinggi, perusahaan dapat mengalami kerugian yang signifikan jika pendapatan operasionalnya jatuh, karena mereka mungkin memiliki biaya tetap yang tinggi. Sebaliknya, jika rasio leverage relatif rendah, perusahaan memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam mengurangi biaya operasionalnya untuk menyesuaikan dengan perubahan pendapatan operasional, sehingga kerugian dapat dikurangi.

Kesimpulan

Operating leverage merupakan sebuah rasio yang mengukur seberapa besar keuntungan atau kerugian perusahaan akan berubah jika pendapatan operasional mereka berubah sebesar satu unit. Semakin tinggi rasio leverage, semakin besar keuntungan atau kerugian yang dapat ditimbulkan perubahan pendapatan operasional.